CERAMAH PEMBEKALAN WAKASAD PADA HARI TERAKHIR RABINNISCAB TNI AD TA. 2013

 40

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Munir, yang hadir pada hari terakhir Rapat Pembinaan Teknis Kecabangan TNI AD TA. 2013 selaku Inspektur Upacara Penutupan, memberikan ceramah pembekalan kepada seluruh peserta sebagai materi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan Rabinniscab TNI AD TA. 2013. Secara garis besar Materi pengarahan Wakasad adalah tentang Binsat dan Kepemimpinan dalam membangun profesionalisme prajurit, namun isi pengarahan itu sendiri dibagi menjadi 3 bahasan utama yaitu: Profesionalisme Prajurit, Pembinaan Satuan dan Kepemimpinan.

Dari segi ProfesionalismePrajurit, Wakasad menekankan tentang pentingnya seluruh Prajurit mahir dalam hal taktis dan teknis, mahir melaksanakan tugas pokoknya. Beliau juga menyampaikan bahwa idealnya kita harus mencapai kondisi prajurit yang Well trained, well equipped, well organized, well paid. Selanjutnya Wakasad mengatakan bahwa kekuatan utama TNI AD terletak pada “Human Capital” yaitu SDM prajurit yang didasari oleh nilai-nilai kejuangan berupa semangat pantang menyerah dan semangat rela berkorban.Kehebatan TNI AD terletak pada “Prajuritnya yang profesional dan handal”, Alutsista hanya unsur pendukung, secanggih apapun peralatan yang kita miliki, tidak akan berarti apa-apa apabila kita tidak memiliki prajurit yang terampil, berpengetahuan dan memiliki tekad serta semangat yang kuat.

Sebagai prajurit, kita harus memiliki komitmen moral sebagai prajurit pejuang, dan pejuang prajurit yang senantiasa setia kepada tugas pengabdian yang tumbuh dari hati nurani, merupakan hal yang sangat mendasar dalam membangun militansi prajurit. Prajurit yang militan akan selalu meyakini kebenaran dalam menjalankan tugas, terlihat dari semangatnya, rela berkorban dan  percaya akan kemampuan diri serta meyakini akan kebenaran dari perjuangannya, sehingga sebagai hasilnya pihak lawan tidak takut pada Alutsista yang kita miliki, tetapi takut pada semangat dan militansi prajurit TNI AD.

Dalam aspek PembinaanSatuan, harus dipahami bahwa Binsat merupakan salah satu ukuran keberhasilan dan kegagalan seorang Dansat atau pemimpin dalam melaksanakan tugas-tugasnya, sehingga bila Binsat dilaksanakan dengan benar dan terarah, saya percaya profesionalismeprajurit dapat terwujud serta tindakan-tindakan yang tidak disiplin, melanggar hukum, merugikan dan menyakiti hati rakyat akan dapat dieliminasi. Dari segi kuantitas, berdasarkan data pelanggaran yang terjadi hingga minggu II Juni TA. 2013 masih tercatat 936 kasus, yang melibatkan 1.179 personel, sehingga pelanggaran-pelanggaran tersebut mengindikasikan masih rendahnya disiplin akibat kurang pedulinya pimpinan di setiap strata, serta lemahnya kepemimpinan perwira.

Selanjutnya dari segi Kepemimpinan, Wakasad menyampaikan peran Pemimpin dalam Binsat adalah sebagai komandan, atasan, sahabat, guru, bapak, pelatih dan pembina. Peran yang seharusnya dimainkan oleh seorang pemimpin di satuan tersebut dinilai belum maksimal, akibat dari pemimpin yang cenderung tertutup dalam berkomunikasi dengan bawahannya dan enggan membaurdengan prajuritnya, pemimpin kurang mampu memberi contoh tauladan bagi anak buahnya, dan pemimpin menampilkan sikap kurang bertanggung jawab dengan mencari popularitas murahan.

              Di bagian akhir ceramahnya, Wakasad menekankan pentingnya sinergitas antar kecabangan, karena Sinergitas merupakan integrasi dan sinkronisasi berbagai kecabangan yang ada di jajaran TNI AD dalam rangka melaksanakan tugas pokok, dan merupakan salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan tugas. Peran, tugas dan fungsi setiap kecabangan dalam pelaksanaan tugas pokok TNI AD sama pentingnya, tidak ada yang lebih dominan atau lebih hebat dari kecabangan lainnya. Sinergitas dalam organisasi TNI AD mensyaratkan adanya kemauan saling memberi dan mengisi, saling mendukung dan kerjasama diantara fungsi-fungsi dalam organisasi dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD, baik pada OMP maupun OMSP. Oleh karena itu, setiap kecabangan harus paham dan sadar pentingnya sinergitas antar keca-bangan bagi keberhasilan pelaksanaan tugas Angkatan Darat.

Sebagai penutup ceramah, Wakasad kembali mengajak seluruh peserta Rabinniscab untuk membangun komitmen demi meningkatkankemampuan satuan menuju ke arah yang lebih baik dengan melakukan pembinaan satuan yang terarah dan terukur serta kepemimpinan yang benar, sehingga profesionalismeprajurit dapat terwujud serta tindakan-tindakan yang tidak disiplin, melanggar hukum, merugikan dan menyakiti hati rakyat mampu dieliminir.